Laporan (Kelima) Praktikum Kimia Lingkungan

Pemeriksaan Kesadahan

I. Hari, tanggal : Rabu, 20 November 2012
II. Lokasi          : Laboratorium Kimia
III. Materi         : Pemeriksaan Kesadahan
IV. Tujuan        : Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan kesadahan dalam air
V. Dasar Teori  :
         Air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup. Tanpa air, manusia tidak akan bertahan hidup lama. Air alam mengandung berbagai jenis zat, baik yang dapat larut maupun yang tidak larut serta mengandung mikroorganisme. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
        Sumber-sumber air yang ada di bumi antara lain adalah air atmosfer, air permukaan, air laut, dan air tanah.Air merupakan suatu surana utama dalam meningkatkan derajat kesehatan. Jika kandungan dalam air tersebut tidak mengganggu kesehatan, air dianggap bersih dan layak untuk diminum. Air juga dikatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kualitas air sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk tujuan penggunaannya.
        Air merupakan pelarut penting, yang memiliki kemampuan yang dapat melarutkan zat-zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan masih banyak macam molekul organik. Bahan-bahan mineral yang terkandung dalam air adalah CaCO3, MgCO3, CaSO4, MgSO4, NaCl, Na2SO4, SiO2, dan sebagainya. Air yang banyak mengandung ion-ion kalsium dan magnesium dikenal sebagai air sadah.
        Air sadah adalah air yang di dalamnya terlarut garam-garam kalsium dan magnesium. Air sadah tidak baik untuk mencuci, karena ion-ion Ca2+ dan Mg2+ akan berkaitan dengan sisa asam karbohidrat pada sabun dan membentuk endapan sehingga sabun tidak berbuih. Senyawa-senyawa kalsium dan magnesium ini relatif sukar larut dalam air, sehingga senyawa-senyawa ini cenderung untuk memisah dari larutan dalam bentuk endapan atau precipitation yang kemudian melekat pada logam (wadah) dan menjadi keras.
        Air sadah dapat menyebabkan terbentuknya kerak pada dasar ketel yang selalu digunakan untuk memanaskan air. Sehingga untuk memanaskan air tersebut, diperlukan pemanasan yang lebih lama. Hal ini merupakan pemborosan energi. Timbulnya kerak pada pipa uap dapat menyebabkan penyumbatan, sehingga dikhawatirkan pipa tersebut akan meledak, dan jika terjadi peledakan akan dapat menyebabkan polusi udara yang bisa menurunkan kualitas lingkungan dan lingkungan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu diperlukan pengujian kesadahan. Manfaat penentuan atau pengujian kesadahan adalah untuk mengetahui tingkat kesadahan air, dan untuk dapat menentukan kesadahan digunakan metode titrasi EDTA (Ethylene Diamene Tetra Asetat).

VI. Alat dan Bahan
     Alat:
     1 Sendok kecil
     1 Buret asam
     1 Statif
     1 Gelas ukur 100ml
     1 Corong kaca
     1 Pipet ukur 10ml
     1 gelas beaker 100ml
     2 Labu erlenmeyer 250ml
     Bahan:
     Air sampel (air kran 50ml/4 kali percobaan)
     Kesadahan total:
     Sepucuk sendok KCN
     Sepucuk sendok indikator EBT
     Larutan standar EDTA 0,01M
     Kesadahan Ca:
     1ml NaOH 1N
     Sepucuk sendok murexid
     Larutan standar EDTA 0,01M

VII. Cara Kerja
     1. Penentuan Kesadahan Total
         a. disiapkan 2 labu erlenmeyer 250ml yang sudah dibersihkan
         b. dimasukan air sampel sebanyak 50ml ke setiap labu erlenmeyer
         c. ditambahkan 2ml buffer amoniak ke setiap labu erlenmeyer
         d. ditambahkan sepucuk sendok KCN ke setiap labu erlenmeyer
         e. setiap labu erlenmeyer dititrasikan dengan larutan standar EDTA 0,01M hingga warna larutan berubah warna, dari warna merah anggur menjadi biru
     2. Penentuan Kesadahan Ca
         a. disiapkan 2 labu erlenmeyer 250ml yang sudah dibersihkan
         b. dimasukan air sampel sebanyak 50ml ke setiap labu erlenmeyer
         c. ditambahkan 1ml NaOH 1N ke setiap labu erlenmeyer
         d. ditambahkan sepucuk sendok murexid ke setiap labu erlenmeyer
         e. setiap labu erlenmeyer dititrasikan dengan larutan standar EDTA 0,01M hingga warna larutan berubah warna dari merah menjadi ungu anggrek
     3. Penentuan Kesadahan Mg
         a. dihitung volume titrasi kesadahan total
         b. dihitung volume titrasi kesadahan Ca
      c. kemudian volume tersebut dimasukan ke dalam rumus perhitungan kesadahan Mg dan dihitung sesuai rumus yang ada

VIII. Hasil Praktikum
      1. Hasil Titrasi Kesadahan Total
Volume awal (ml)
Volume akhir (ml)
Volume titrasi (ml)
0
6
6
6
12
6
Jumlah
rerata
12
6
         Perhitungan Kesadahan Total
         = 1000/ml. sampel x V. titrasi x F. EDTA (1) x 0,01 x BM CaCO3 (100)
         = 1000/50ml x 6ml x 1 x0,01 x 100
         = 120 mg/L sebagai CaCO3
      2. Hasil Titrasi Kesadahan Ca
Volume awal (ml)
Volume akhir (ml)
Volume titrasi (ml)
12
17,2
5,2
18
23
5
Jumlah
rerata
10,2
5,1
         Perhitungan Kesadahan Ca
         = 1000/ml. sampel x V. titrasi x F. EDTA (1) x 0,01 x BM Ca (40)
         = 1000/50ml x 5,1ml x 1 x 0,01 x 40
         = 40,8 mg/L sebagai Ca
      3. Hasil Perhitungan Mg
        = 1000/ml. sampel x (ml. titrasi kesadahan total - ml. titrasi kesadahan Ca) x F. EDTA (1) x 0,01 x Ba Mg (24,3)
        = 1000/50ml x (6ml-5,1ml) x 1 x 0,01 x 24,3
        = 20ml x 0,9ml x 1 x 0,01 x 24,3
        = 4,374 mg/L sebagai Mg

IX. Pembahasan
             Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kesadahan pada air kran di Laboratorium Kimia. Praktikan melakukan beberapa percobaan yakni untuk menentukan kesadahan total, kesadahan kalsium dan kesadahan magnesium terhadap air kran.
              Langkah pertama yang dilakukan yaitu penentuan kesadahan total. Sampel ditambahkan 2ml buffer amoniak kemudian dilanjutkan dengan memberi indakator KCN sampai sampel berubah warna menjadi warna merah anggur. Selanjutnya dititrasi dengan EDTA dan berubah warna menjadi warna biru. Pada titik akhir titrasi, diperoleh volume titran sebesar 6ml dengan kadar CaCO3 sebanyak 120mg/L. Berdasarkan standar kesadahan air minum yang dianjurkan oleh Bhakti Husada, yaitu 500mg/L. Maka dapat dikatakan bahwa air kran yang diteliti layak konsumsi, karena tidak melebihi nilai ambang batas yang dianjurkan.
       Langkah kedua adalah penentuan kesadahan kalsium (Ca). Pertama-tama, sampel yang digunakan sama dengan sampel pada penentuan kesadahan total. Kemudian sampel yang ada di labu erlenmeyer ditambahkan NaOH sebanyak 1ml untuk meningkatkan pH sampel. Selanjutnya sampel ditambahkan murexid sebagai indikator hingga akhirnya sampel berubah warna muda. Menurut teori pada pH, apabila pH lebih tinggi dari nilai 12, maka Mg akan mengendap sehingga EDTA hanya dapat diikat oleh Ca2+ dengan indikator murexid. Larutan kemudian dititrasi dengan EDTA sampai warna sampel berubah menjadi ungu anggrek. Volume titran yang digunakan yaitu sebesar 5,1ml dengan kadar kalsium sebesar 40,8mg/L, yang artinya dalam satu liter air kran mengandung 40,8 mg kalsium.
             Sedangkan untuk penentuan magnesium (Mg) pada praktikum kali ini dilakukan dengan cara mengurangi volume titran kesadahan total dengan kadar Ca dan diperoleh hasil kadar Mg sebesar 4,374mg/L yang artinya dalam setiap satu liter air kran mengandung 4,374mg magnesium. Berdasarkan hal ini, maka dapat dikatakan bahwa air kran yang ada di Laboratorium Kimia tidak mengandung banyak ion kalsium dan magnesium. Sehingga dapat dikatakan bahwa air ini tidak termasuk air sadah dan dapat dikonsumsi.

X. Kesimpulan
            Dari percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa:
            a. nilai kesadahan total air sampel adalah 120mg/L CaCO3
            b. nilai kesadahan kalsium air sampel adalah 40,8mg/L Ca
            c. nilai kesadahan magnesium sampel air adalah 4,373mg/L Mg
      Maka berdasarkan standar kesadahan menurut PERMENKES RI, 2010 batas maksimum kesadahan air minum yang dianjurkan yaitu 500mg/L CaCO3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air tersebut layak untuk dikonsumsi dan tidak termasuk air sadah.

DAFTAR PUSTAKA
http://dhyka1207.blogpot.com/2011/12/laporan-praktikum-kesadahan.html

Yogyakarta, 21 November 2012
Pembimbing: Naris Dyah P.
Praktikan: Karimah Iffia Rahman, Mia Nandha Sari, Mifta Nurhayati, Septian Randa Gino Prakoso

Nilai: A+


0 komentar:

Poskan Komentar